Membahas Tentang Tips dan Trick Kesehatan Beserta Segala Macam Jenis Penyakit

Mengenal Dan Memahami Titik Refleksi Pada Kaki

Artikel terkait : Mengenal Dan Memahami Titik Refleksi Pada Kaki

Titik-titik refleksi pada kaki, adalah titik-titik syaraf yang mutlak harus diketahui oleh pemijat refleksi atau mereka yang berperan sebagai terapis dalam pijat refleksi.

Mengenal Dan Memahami Titik Refleksi Pada Kaki

Hal tersebut didasari pada prinsip pijat refleksi yang menyatakan bahwa organ-organ dan kelenjar dalam tubuh sebenarnya dihubungkan oleh titik syaraf refleks.

Titik syaraf tersebut, terutama berada di bagian tangan dan kaki. Pemijatan atau penekanan titik-titik refleksi pada kaki, dipercaya dapat memengaruhi kesehatan organ tubuh yang terhubung dengan titik-titik syaraf yang ditekan.

Titik Syaraf Refleksi pada Kaki

Ilmu terapis syaraf percaya bahwa telapak kaki adalah pusat dari seluruh jaringan syaraf yang terhubung dengan organ-organ pada pada tubuh. Karena sifatnya yang terhubung, maka apabila ada gangguan pada organ atau fungsi tubuh, biasanya akan terhubung dengan syaraf-syaraf yang ada di kaki.

Indikasinya adalah rasa sakit pada satu atau beberapa bagian kaki. Karena terapi refleksi pada dasarnya teknik pijat atau tekan untuk merangsang kelancaran peredaran darah. Maka bisa juga dikatakan bahwa terganggunya organ atau fungsi tubuh bisa diakibatkan dan mengakibatkan gangguan pada peredaran darah.

Mengingat hampir seluruh bagian organ tubuh terhubung dengan syaraf kaki, maka sudah dapat dipastikan jika di bagian kaki terdapat puluhan titik syaraf. Untuk mengetahui apa saja dan berapa banyak titik syaraf yang ada di bagian kaki, simak ulasannya berikut ini.

Masing-masing telapak kaki memiliki 36 titik syaraf refleksi yang berhubungan dengan organ atau bagian tubuh. Penjelasan sederhana titik refleksi adalah, jika ujung jari kaki ditekan dan terasa sakit, itu mengindikasikan ada gangguan pada kepala, terutama dahi. Begitu pun sebaliknya, jika dahi atau kepala terasa sakit atau terganggu, maka cara mudah untuk merangsang peredaran darah yang terganggu adalah dengan menekan ujung jari kaki.

Teknik penekanan bisa bermacam-macam, begitu juga dengan alat yang digunakan. Bisa menggunakan pijatan jari, ujung batang korek api dan sebagainya. Gambar dan teknik pemijatan itu juga yang melahirkan berbagai jenis produk refleksi, seperti sandal refleksi.

Indikasi Penyakit

Saat dilakukan pemijatan terhadap syaraf yang ada pada kaki. Seperti telapak, tumit, jari-jari kaki, punggung kaki, engkel hingga tungkai kaki, seseorang yang memiliki penyakit atau ketidakseimbangan fungsi tubuh, akan merasakan sakit.

Sifat sakit yang dirasakan tersebut umumnya berupa nyeri, ngilu terasa panas hingga terasa tersayat-sayat. Semakin besar rasa sakit, semakin parah juga penyakitnya. Begitu pun dengan semakin banyak titik syaraf yang terasa sakit, menunjukkan bahwa banyak organ atau fungsi tubuh yang terganggu.

Terapis, pada umumnya telah paham dan bisa mengindikasi penyakit melalui rasa sakit tersebut. Bukan hanya itu, terapis pun biasanya akan menyusuri titik-titik syaraf lain yang berhubungan dengan titik syaraf yang pertama kali dipijat. Tujuan utamanya taklain, yaitu melancarkan peredaran darah.

Dalam praktiknya, terapis akan memijat seluruh titik syaraf yang ada pada kaki. Pemijatan tersebut tidak dilakukan secara sembarangan, tapi harus diawali pada satu titik tertentu dan dilanjutkan pada titik berikutnya secara berurutan. Begitu pun dengan lama atau hitungan pemijatan. Dengan kata lain, semua pemijatan harus dilakukan berdasarkan metode yang ditetapkan. Uniknya, setiap terapis memiliki metode yang berbeda.

Alasan dilakukannya pemijatan terhadap seluruh titik syaraf pada kaki sebenarnya berkaitan dengan pengetahuan terapis. Pengetahuan tersebut menyatakan bahwa tubuh merupakan sebuah sistem. Sebagai sistem, jika ada satu fungsi atau bagian tubuh yang terganggu atau sakit, bagian tersebut akan memengaruhi bagian lainnya.

Pemahaman ini, sedikitnya memiliki kesamaan dengan pandangan medis. Sebagai contoh, sakit tenggorokan, mungkin akan berpengaruh pada gangguan fungsi lain yang berhubungan, seperti telinga dan hidung.

Terganggunya fungsi telinga akan memengaruhi keseimbangan atau disorientasi tubuh. Begitu pun dengan terganggunya hidung, akan berpengaruh pada peredaran darah di kepala yang biasa dikenal dengan gejala sakit kepala. Meski secara medis, masih ada perdebatan yang cukup sengit antara hubungan gejala-gejala tersebut dengan sistem syaraf pada kaki.

Refleksiologi Modern

Bukti sejarah lama yang kembali dihidupkan dalam back to nature, ternyata menginspirasi teknik pengobatan di era modern. Pada awal 1900-an, Dr. William H. Fitzgerald, George Starr White dan Edwin F Bowers memelopori bangkitnya refleksiologi modern.

Teori yang dikembangkan adalah zona terapi yang menyatakan dan memetakan tubuh berdasarkan beberapa zona. Zona ini, memiliki keterhubungan dengan struktur lain yang berbeda dalam tubuh.

Tokoh refleksiologi modern lainnya adalah Dr. Eunice Ingham yang kemudian dikenal sebagai Mother of Modern Reflexiology. Beliau kemudian mengembangkan teori zona tersebut dengan pemetaan titik-titik syaraf atau zona pada kaki.

Cara Kerja Refleksiologi

Terapi refleksi kaki pada umumnya diawali dengan pemanasan bagian kaki. Pemanasan tersebut berupa pemijatan di telapak kaki, punggung kaki dan area kaki lainnya. Tujuannya adalah untuk melancarkan peredaran darah dan melemaskan persendian.

Setelah proses pemanasan selesai, terapis akan memberi tekanan pada titik syaraf tertentu yang berada di bagian kaki. Tujuannya adalah untuk merangsang organ atau kelenjar tertentu yang berkaitan dengan titik syaraf yang ditekan.

Dalam banyak kasus, rasa sakit yang terjadi saat penekanan pada umumnya disebabkan oleh deposit kristal. Deposit kristal inilah yang menyebabkan terganggu atau tersumbatnya syaraf. Dan penekanan yang dilakukan, pada dasarnya bertujuan untuk memecah deposit tersebut.

Demikianlah ulasannya. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat.

Artikel Kesehatan Kita Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>

Copyright © Kesehatan Kita All rights reserved | Design by OnlinePlus - Tips Blogging & Blogger