Membahas Tentang Tips dan Trick Kesehatan Beserta Segala Macam Jenis Penyakit

Penyakit Keputihan Menurunkan Citra Perempuan

Artikel terkait : Penyakit Keputihan Menurunkan Citra Perempuan

Keputihan yang seringkali dianggap lumrah oleh sebagian besar kaum perempuan, bukan berarti tidak berbahaya bagi kesehatan.

Penyakit Keputihan Menurunkan Citra Perempuan

Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan alat reproduksi dan rasa malu untuk bertanya, biasanya menjadi pemicu awal parahnya penyakit ini. Kita hendaknya senantiasa ingat bahwa mencegah lebih baik daripada mencari atau bahkan melakukan pengobatan untuk suatu penyakit.

Jangan menjadikan rasa malu menjadi hal utama ketika membicarakan masalah kesehatan. Kesehatan tubuh tidak dapat digantikan oleh apapun. Apalagi saat ini berkembang istilah mahalnya kesehatan karena biaya mengobatinya mahal. Padahal jika kesehatan itu dijaga, maka kita tidak khawatir untuk memikirkan biaya dan lainnya. Oleh karena itu, dalam hal penting ini, wanita utamanya harus memiliki banyak bekal ilmu, baik sebelum menikah maupun setelah menikah.

Bagaimana tidak malu membicarakan hal sangat privasi ke orang lain? Jawabannya memang beragam antara satu orang dengan lainnya. Tapi sebagian besar tentu saja merasa malu melakukannya. Karena itu, sikap malu dapat dicegah dengan ilmu.

Ilmu dapat berasal dari beragam sumber. Mulai dari sumber online maupun non online. Termasuk dalam hal penyakit di bagian vital perempuan ini. Jangan menunggu parah baru berindak. Sebab semuanya harus siap menghadapi resikonya.

Penyakit ada yang menular dan tidak menular. Keputihan termasuk penyakit yang tidak menular, tapi para perempuan harus berhati-hati. Sebab, jika sudah parah, akan menjadi beban tersendiri bagi perempuan. Apalagi jika termasuk panutan dan dikenal banyak kalangan. Terasa ”tidak berharga” jika di luar tampak wajah cantik menawan, tetapi di dalam berbau anyir dan menjijikkan (mempunyai penyakit keputihan). Padahal kita tahu penyakit ini akan menyerang siapa saja. Tidak pandang bulu, entah perempuan biasa atau terdidik.

Biasanya mereka akan ”terpaksa” datang ke dokter ketika kondisinya sudah sangat parah. Tentunya ini bukan solusi terbaik, mengingat akibat dari penyakit ini tidak sebatas pada luka yang terjadi pada vagina, tetapi lebih dalam akan menjadi kanker mulut rahim dan tentunya akan berakibat semakin fatal bagi kehidupannya.

Mengetahui lebih dalam tentang keputihan menjadi penting ketika tubuh perempuan mengalami masa pertumbuhan menuju dewasa. Karenanya, sikap malu bertanya ataupun malas mencari bekal ilmu dengan beragam informasi tidak dapat dijadikan alasan utama. Sebab, penyakit ini masih banyak dialami oleh sebagian besar kaum perempuan di seluruh dunia.

Bagi yang tidak mengalami penyakit keputihan, bukan berarti seenaknya mengabaikan kebersihan bagian vital tubuh kita. Bukankah menjaga/mencegah itu lebih baik dari pada mengobati? Itulah yang seharusnya diutamakan untuk dijadikan semangat menjaga kesehatan bagian tubuh kita terlebih yang memiliki peran penting.

Mencegah dan Mengatasi Penyakit Keputihan

Setelah mengetahui penyebab terjadinya penyakit dengan nama keputihan, maka untuk menghindarkan terjadinya hal tersebut beberapa hal di bawah ini bisa kita lakukan:

  • Kemanapun Anda pergi sebaiknya tidak lupa membawa tisue. Ini sangat berguna untuk mengeringkan vagina sehabis buang air. Jika kering, maka jamur akan enggan berada disana. Ketika kesempatan jamur hidup hilang, maka kesehatan alat vital perempuan ini akan terjaga dengan baik. Hati-hati juga ketika membersihkannya, jangan memilih tisue kasar sehingga menjadikan luka permukaan kulitnya.
  • Jangan sekalipun menggunakan Talk powder untuk menjaga agar vagina kering, karena bedak sangat mudah masuk vagina dan menyebabkan bakteri baru. Adanya bakteri baru itulah sumber dari munculnya keputihan yang hendaknya dicegah sejak dini. Jangan mencoba-coba terlebih lagi bedak tersebut harganya mungkin terjangkau.
  • Memilih celana dalam berbahan lembut dan menyerap keringat, sehingga dijamin vagina tidak lembab. Gantilah celana dalam minimal 2 kali dalam sehari. Hindarkan mengenakan pakaian (celana panjang) yang ketat dan menggunakan jeans. Hal ini menyebabkan vagina lembab dan mudah ditumbuhi bakteri. Meski celana jeans termasuk tren dan modis, tapi jangan melupakan kesehatan tubuh termasuk alat vital ini.
  • Jangan biasakan menggunakan Panty Linear, gunakan ketika sangat diperlukan saja. Jadi, penggunaan bahan apapun itu harus disesuaikan kebutuhan bukan mengikuti tren iklan atau lainnya. Inilah yang sebaiknya diperhatikan pada masa sekarang karena penggunaan Panty Linear semakin bertambah dari tahun ke tahun oleh para wanita yang sibuk dengan beragam kegiatan kesehariannya tanpa memaksimalkan fungsi sebenarnya.
  • Konsultasikan dengan dokter dalam menggunakan pembersih vagina. Konsultasi ini dapat dilakukan berkala atau sesuai kebutuhan. Jangan menunggu parah hingga penyakit dengan istilah keputihan ini membahayakan tubuh.

Bagi yang sudah terjangkit penyakit ini, segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter yang ahli di bidang ini. Jangan pernah malu untuk menanyakan segala sesuatunya secara detail, karena semua itu demi kebaikan diri kita sendiri. Silakan memilih dokter yang sesuai dan bukan sekedar coba-coba karena kesehatan tubuh sangat berpengaruh terhadap aktivitas keseharian.

Membicarakan masalah kesehatan organ kewanitaan kita dengan orang lain (sesama perempuan/ahlinya) bukanlah hal tabu walaupun itu menyangkut milik kita yang sangat pribadi. Hal itu tentu saja untuk kebaikan diri kita sendiri.

Remaja putri tidak seharusnya malu bertanya pada ibunya tentang hal tersebut. Seorang ibu juga selayaknya memberikan informasi tentang menjaga kebersihan organ kewanitaan bagi putrinya.

Hanya dengan menjaga kebersihan tubuh kita secara menyeluruh, terutama bagian intim kewanitaan, maka kita akan terhindar dari penyakit keputihan.

Selamat mempraktekkan tindakan pencegahannya sejak dini.Semoga bermanfaat.

Artikel Kesehatan Kita Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel="code"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel="pre"> ... KODE ... </i>
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>

Copyright © Kesehatan Kita All rights reserved | Design by OnlinePlus - Tips Blogging & Blogger